Pipiet Senja, siapapun pasti mengenalnya. Salah satu penulis hebat wanita masa kini yang dikenal sebagai pembela kaum perempuan yang sangat akrab bagi para pembaca dan kalangan Tenaga Kerja Wanita. Ia sangat mencintai dunia menulis sejak tahun 1975. Ketika kecil ia sudah kecanduan dongeng dan mendengarkan siaran wayang golek. Ketika sudah bisa membaca sendiri ia pun menjadi kecanduan membaca berbagai buku. Bakat menulisnya pun ditularkan oleh sang ayah yang notabene adalah seorang prajurit. Pipiet kecil pun suka sekali membenamkan kerinduannya di buku hebat koleksi sang ayah ketika ia sedang rindu pada sang ayah yang ditugaskan dimana-mana.
Pipiet senja adalah nama pena dari Etty Hadiwati Arief yang lebih akrab di sapa bunda oleh anak-anak zaman sekarang. lahir di Semedang 16 Mei 1957.
Jika Anda adalah penulis pemula, mungkin Anda akan “merinding” sama haln
ya dengan saya saat melihat data produktivitas seorang Pipiet Senja. Tahun 1978-1985, ia menerbitkan 12 novel populer. Lalu, pada tahun 1991-2006, ia meluncurkan 28 buku anak. Kemudian, tahun 2001-2008, ia berhasil menerbitkan 33 novel islami! Dan, sepanjang 1983-2008, ia juga menerbitkan 23 antologi puisi bersama. dan pada peringatan 40 tahun ia berkarya 2013 yang lalu tercatat 130 buku telah ia terbitkan. Dan, itu semua belum termasuk ratusan cerpen serta puluhan novel bahasa Sunda yang tak terdata semua judulnya.
Dan yang lebih membuat saya merinding adalah semua itu ia tulis dalam keadaan sakit, karena seorang pipiet senja sejak kecil telah terbelenggu penyakit thallasemia yaitu penyakit kelainan pada darah dan mengharuskannya cuci darah hingga saat ini





