Home » , » semesta menulis

semesta menulis

Written By organisatorbukankoruptor on Sabtu, 08 Juni 2013 | 11.54

Pendahuluan
Mesir bukan hanya dikenal sebagai pusat peradaban manusia tertua, namun Mesir pun dikenal sebagai pusat peradaban ilmu keislaman sejak dulu hingga saat ini. Ribuan pelajar setiap tahunnya datang dari berbagai penjuru dunia untuk menuntut ilmu di negeri ini, termasuk di dalamnya para pelajar Indonesia.
Saat ini Indonesia memiliki ribuan pelajar dan mahasiswa yang menuntut ilmu di negeri ini, jumlah itu belum seberapa jika ditambah dengan para alumni yang telah berkiprah di nusantara. Namun sayang, jumlah yang banyak itu tidak diimbangi dengan besarnya hasil karya tulis yang diciptakan.

Mayoritas mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir (Masisir) sedang menempuh studi di Universitas al-Azhar yang notabene salah satu lembaga pendidikan tertua di dunia. Selain itu, al-Azhar juga dikenal sebagai corong Islam moderat yang mengedepankan dialog dan rekonsiliasi. Di luar al-Azhar, ada beberapa pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikannya di beberapa universitas ternama yang tersebar di Timur Tengah. Rencananya, pada awal Juli 2013 ini, juga akan diadakan Simposium Internasional untuk PPI kawasan Timur Tengah dan Afrika. Perwakilan PPI dari berbagai negara akan berkumpul di Kairo untuk merumuskan langkah-langkah untuk memajukan bangsa.

Berangkat dari kenyataan itu, kami menilai banyak sekali fenomena-fenomena yang perlu diangkat dan ditulis dari negeri seribu menara ini. Dan untuk menyajikannya dalam sebuah karya bermutu, Masisir perlu dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan skill mereka dalam menulis. Indonesia sangat membutuhkan karya-karya segar dan bermutu dari tunas bangsanya yang sedang menempuh studi di luar negeri. 

Pergerakan para pelajar dan maahasiswa kita di Mesir sangat dinamis. Berbagai kegiatan yang dilakukan mampu menyedot antusias masyarakat dari berbagai kalangan, baik WNI di Mesir, penduduk lokal maupun masyarakat internasional. Berbagai organisasi dibentuk demi mewadahi potensi-potensi yang dimiliki mahasiswa. Salah satu potensi yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan dalam bidang kepenulisan dan jurnalistik.

Untuk itulah, pada bulan Februari 2012 lalu, kita mendeklarasikan suatu organisasi yang bernama IJMA (Ikatan Jurnalis Masisir). Organisasi ini menghimpun para pelajar yang bergelut di bidang kepenulisan dan jurnalistik. Mereka tersebar di lebih dari 20 media, baik buletin/majalah/jurnal cetak, situs online, radio hingga TV online dengan genre¬nya masing-masing. Salah satu misi IJMA adalah mengadakan suatu program untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan SDM mahasiswa Indonesia di Mesir, khususnya dalam bidang kepenulisan dan jurnalistik.      

Berangkat dari fenomena tersebut, IJMA (Ikatan Jurnalis Masisir) bersama Bagian Penerbitan KEMASS bermaksud mengadakan rangkaian kegiatan Pelatihan Kepenulisan dan Jurnalistik Intensif selama sepekan untuk Masisir secara umum. Untuk menyelenggarakan acara ini, IJMA akan bekerja sama dengan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Cabang Kairo. IKPM adalah salah satu organisasi almamater yang menaungi alumni-alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini sedang melanjutkan studi di Mesir. Melalui berbagai program kerja yang dicanangkannya, IKPM juga ingin berkontribusi meningkatkan kemampuan dan produktivitas Masisir, khususnya di bidang kepenulisan dan jurnalistik.

Untuk menyukseskan rentetan acara ini, kami akan menghadirkan beberapa penulis dan wartawan profesional dari tanah air yang telah berpengalaman di dunianya masing-masing, di antaranya adalah: Pipiet Senja (Seniman dan Novelis Senior, Penulis 130 Buku, Motivator); Irwan Kelana (Redaktur Senior Harian Republika, Novelis); dan Satry Bakry (Penulis Buku Kekuatan Cinta Film Layar Lebar).
Di akhir rangkaian acara, kita juga akan mengadakan Talk Show Broadcasting Radio bersama Direktur Radio Republik Indonesia (RRI) Kabul Budiono. Acara ini diharapkan bisa turut meningkatkan semangat Masisir dalam berkarya, dan tentunya juga meningkatkan produktivitas dunia kepenulisan dan jurnalistik di Indonesia.


Nama dan Tema Acara
Kegiatan ini bernama SEMESTA MENULIS. Acara ini mengusung tema “Dengan Sepenggal Tulisan, Kita Ubah Peradaban”.


Visi dan Misi
Visi dari acara ini adalah: “Memupuk kembali produktivitas anak bangsa dalam menulis dan meningkatkan kualitas sumber daya putra-putri bangsa”.

Acara inipun memiliki misi penting yaitu :

a.Mendatangkan penulis handal dari tanah air agar mereka menyalurkan motivasi positifnya untuk para pelajar dan mahasiswa, terutama dalam dunia kepenulisan dan Broadcasting.

b.Mengenalkan sistem prosedural penyiaran Radio Republik Indonesia.

c.Mengenalkan sejarah peradaban Mesir pada umumnya dan Islam pada khususnya kepada para penulis profesional dan RRI dari Indonesia.

d.Mempopulerkan Islam moderat yang menjunjung tinggi dialog dan komunikasi yang selama ini diusung oleh al-Azhar.

e.Memperkenalkan berbagai manuskrip dan karya masterpiece penulis-penulis dunia yang diterbitkan di Mesir.

Bentuk Acara
Secara umum, acara ini terdiri dari tiga jenis kegiatan.

Pertama, akan di adakan kelas intensif yang berlangsung selama dua hari. Di sini perserta telah dipisah menurut kecendrungannya masing-masing, Kita akan membuka tiga kelas intensif. Setiap kelas tersebut diampu oleh para pemateri sesuai keahliannya masing-masing: kelas khusus di bidang jurnalistik bersama Irwan Kelana; bidang fiksi bersama Pipiet Senja dan Sastri Bakry dan bidang Broadcasting dan jurnalistik Radio oleh Kabul Budiono, Mereka akan berbagi tips dan trik efektif dalam menulis dan dunia penyiaran Radio. Peserta dituntut untuk menghasilkan karya berkualitas dari sudut pandang yang beraneka ragam. Kemudian di hari selanjutnya, karya dari masing-masing peserta akan dibedah dan diedit oleh para pemateri yang membimbing mereka. 

Kedua kami akan mengadakan acara Talk Show bersama para tutor tersebut di atas dan terbuka untuk umum untuk setiap kalangan. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan ini. Seluruh hadirin akan disuguhi dengan beragam motivasi tentang kepenulisan.

Ketiga akan diselenggarakan pesta jurnalistik Masisir dan IJMA Award. yang akan memberikan penghargaan kepada insan jurnalis yang telah mengabdikan dirinya kepada peningkatan skill kepenulisan di Masisir.



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS